Oleh: Alvieni Angelica
Berawal dari keinginan untuk berbagi dan berlatih bersama berbagai bentuk refleksi dan
penyembuhan diri, sejak bulan Februari 2015, tim Enlightmind bersama Roemah Martha
Tilaar menyelenggarakan program Bening Jiwa bagi masyarakat kota Gombong dan
sekitarnya. Berbagai bentuk aktivitas program seperti sharing pengetahuan dan diskusi
terkait dengan pengenalan tentang emosi, hubungan body-mind- spirit, self-healing,
komunikasi asertif, zen listening dan lain sebagainya; serta body works seperti tai-chi, pal
dan gum, haiku, sun salutation, dan lain sebagainya; dikemas dalam bentuk sesi-sesi
pertemuan kelompok setiap bulan.
Sesi-sesi pertemuan kelompok ini secara rutin diikuti oleh remaja maupun dewasa di
paviliun Wulan Tilaar. Follow up dari kegiatan ini ialah diadakannya kegiatan tai-chi rutin
setiap hari Selasa di Roemah Martha Tilaar. Beberapa manfaat yang diperoleh dari peserta
kegiatan ini ialah tubuh yang lebih rileks sehingga meringankan rasa sakit di tubuh selain
juga memberikan ruang kepada batin untuk mengungkapkan emosi yang terpendam melalui
narasi bebas ketika tubuh bergerak.
Hingga kini, kegiatan Bening Jiwa masih terus berlangsung di Gombong, dan di bulan
Februari 2016 lalu mengangkat topik mengenai Memori Sel di dalam Tubuh. Melalui topik
ini, peserta belajar mengetahui bagaimana sesungguhnya tubuh mampu menyimpan
berbagai memori dari pengalaman-pengalaman yang telah mereka lalui bahkan sejak
mereka masih kecil. Tubuh menyimpan rasa sementara otak menyimpan figur dan fakta.
Tanpa disadari seringkali tumpukan rasa di tubuh tidak memiliki tempat dan waktu yang pas
untuk dikeluarkan akibatnya berbagai sakit fisik kita alami. Melalui kegiatan kali ini, peserta
juga diajak untuk mempraktekkan pembebasan memori sel di dalam tubuh melalui gerak tai-
chi chakra.
Bukan hanya itu, di bulan Februari lalu pun, tim Enlightmind dalam program Bening Jiwa ini
juga mendatangi sekolah SDN Pohkumbang di Gombong untuk berbagi program rawat diri
dan relaksasi bagi para siswa SD kelas 6. Acara yang diikuti oleh 60 anak ini dimaksudkan
untuk membantu siswa membuka blok-blok emosi di tubuh sehingga dapat lebih ringan
ketika menempuh ujian akhir yang beberapa bulan lagi akan dilangsungkan.
