Oleh: Alvieni Angelica
Pernahkah kamu merasa tidak enak hati ketika harus menolak permintaan dari orang lain terlebih lagi mereka yang sangat dekat hubungannya dengan kita. Padahal seringkali kita sendiri sebenarnya memang tidak mungkin untuk melakukan apa yag diminta mereka karena satu dan lain hal. Namun yang dikatakan justru sebaliknya ditambah senyuman bahkan terkadang tambahan janji yang orang lain pun tidak memintanya. Sesudahnya kita merasa kewalahan dan menyesal sesudahnya. Namun, pola yang sama seperti tidak terhindarkan untuk kembali terulang lagi.
Bila memang pola seperti ini acapkali terulang, maka penting bagi kita untuk berhenti sejenak dan berefleksi. Apakah rasa ”tidak enak’ ini sudah lama ada di dalam diri. Cobalah untuk membuat perenungan panjang ke masa kita dibesarkan. Adakah figur orangtua atau caregiver lainnya yang sering sulit menolak permintaan orang lain sehingga tanpa disadari kita meniru tindakan tersebut. Atau adakah pola pengalaman masa dibesarkan dimana kamu merasa sulit untuk bisa diterima oleh orang-orang terdekat sehingga membuatmu berusaha menyenangkan hati mereka. Buatlah butir-butir perenungan yang bisa membuatmu melihat kecenderungan sikap yang kamu tampilkan terhadap permintaan orang lain.
Setelah kamu mulai melihat polanya, kamu bisa datang ke layanan profesional terdekat seperti psikolog untuk membantumu mengurai permasalahanmu termasuk di dalamya langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk memulainya seperti bagaimana saat kamu merasakan kemunculan perasaan tersebut, teknik-teknik apa yang bisa kamu pakai untuk membuatmu mampu memilih reaksi terhadap tuntutan yang datang sehingga tidak jatuh ke pola yang sama. Tentunya semua ini membutuhkan waktu untuk berproses karena tidak ada perubahan yang bisa terlaksana dengan instan. So, tunggu apa lagi, yuk mulai berefleksi!

